SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
oleh Okto Fajar Wibisono
DEFINISI SPK :
Pernahkah kalian berada dalam suatu masalah mengenai pengambilan keputusan?. kalau saya pribadi cukup sering, apalagi keputusan yang akan berdampak pada kehidupan masa depan.Memang agama sudah memberi fasilitas agar kita tidak salah keputusan disarankan melakukan Sholat Istiqoroh,namun disamping kita memohon kepada-Nya kita juga sangat diwajibkan untuk berusaha dengan maksimal,barulah kita tawakal membiarkan takdir Allah yang menjawab. Lantas bagaimana cara kita bisa berusaha dengan maksimal?. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan,terciptalah Sistem Pendukung Keputusan (lebih dikenal SPK) yang di desain untuk membantu kita dalam memilih yang terbaik. SPK merupakan
implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh
ilmu-ilmu seperti operation research dan menegement science, hanya bedanya
adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus
dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai
minimum, maksimum, atau optimum), saat ini computer PC telah menawarkan
kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif
singkat.
Sistem
Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision
Support Sistem (DSS) pertama kali
diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah
Management Decision Sistem. Sistem
tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk
membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk
memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.Istilah SPK mengacu pada
suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan
keputusan
Manfaat Sistem Penunjang
Keputusan (SPK)
- SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.
- SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
- SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
- Walaupun suatu SPK, mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun ia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternative pemecahan.
Beberapa keterbatasan
Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
- Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak dapat dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan persoalan sebenarnya.
- SPK tidak memiliki kemampuan intuisi seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dirancang hanyalah untuk membantu pengambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya.
- Proses-proses yang dapat dilakukan SPK biasanya juga tergantung pada perangkat lunak yang digunakan.
- Kemampuan suatu SPK terbatas pada perbendaharaan pengetahuan yang dimilikinya (pengetahuan dasar serta model dasar).
Contoh Permasalahan
dalam SPK
Terdapat suatu lokasi dengan
kondisi lapangan, dapat digunakan untuk menjawab
pertanyaan sebagai berikut:
Tabel keadaan lokasi contoh
kasus:
No
|
Kategori
|
Pertanyaan
|
pilihan
|
jawaban
|
1
|
Kategori 1
|
Pertanyaan 1
|
a. <= 1 km
b. 1 km – 5 km
c. 5 km – 10 km
d. > 10 km
|
C
|
Pertanyaan 2
|
a. kurang lebih
100 m
b. kurang lebih
200 m
c. kurang lebih
300 m
d. kurang lebih
400 m
|
B
|
||
2
|
Kategori 2
|
Pertanyaan 1
|
a.PAM
b. air sumur
|
A
|
Pertanyaan 2
|
a. > 1500 m
b. 1001 m –
1500m
c. 501m – 1000 m
d. <= 500 m
|
D
|
||
Pertanyaan 3
|
a. > 1500 m
b. 1001 m –
1500m
c. 1001 m –
1500m
d. <= 500 m
|
A
|
||
Pertanyaan 4
|
a. <= 500 m
b. 501m – 1000 m
c. 1001 m –
1500m
d. > 1500 m
|
C
|
||
Pertanyaan 5
|
a. ada
b. tidak ada
|
A
|
||
3
|
Kategori 3
|
Pertanyaan 1
|
a. ya
b. tidak
|
A
|
Pertanyaan 2
|
a. rendah
b. sedang
c. tinggi
|
B
|
||
4
|
Kategori 4
|
Pertanyaan 1
|
a. > 10
b. 5 – 10
c. < 5
d. 0
a. sangat padat
b. padat
c. cukup padat
d. tidak padat
|
b
|
Dari hasil tabel keadaan
lokasi diatas, maka hasi perhitungan skor sebagai berikut:
Tabel skor hasil pendataan
lokasi:
Kategori 1
|
Kategori 2
|
Kategori 3
|
Kategori 4
|
||||||||
No pertanyaan
|
1
|
2
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
1
|
2
|
1
|
2
|
Jawaban
|
2
|
3
|
2
|
1
|
4
|
2
|
1
|
2
|
2
|
3
|
3
|
Jumlah
|
5
|
10
|
4
|
6
|
|||||||
Dari hasil pendataan diatas
maka dapat dihitung skor hasil pendataan dengan menggunakan pers.6
sehingga skor hasil pendataan yang didapat adalah
Jumlah kategori 1 = 5
Jumlah kategori 2 = 10
Jumlah kategori 3 = 4
Jumlah kategori 4 = 6
Kategori penentuan lokasi
diperoleh menggunakan pers.7 yaitu:
Kategori keadaan lokasi
diperoleh menggunakan pers.12 yaitu:
Y1 = B kategori 1 = 4
Kategori sarana dan fasilitas
umum diperoleh dengan pers.13 yaitu:
Y2 = B kategori 2 = 8
Kategori kenyamana jalan diperoleh menggunakan pers.16
yaitu:
Y3 = B kategori 3 = 2,5
Kategori lingkungan sekitar diperoleh menggunakan pers.
15 yaitu:
Y4 = B kategori = 4
Sehingga perhitungan yang di pakai adalah:
Table perhitungan skor masing-masing kategori
Kategori
1
|
Kategori
2
|
Kategori
3
|
Kategori
4
|
|
Skor
hasil pendataan
|
5
|
10
|
4
|
6
|
Setengah
bobot kategori
|
4
|
8
|
2,5
|
4
|
Probabilitas
|
0,2
|
0,4
|
0,16
|
0,24
|
Setelah skor hasil pendataan diperoleh maka
dilakukan perhitungan masing-masing kategori dengan menggunakan pers.6
Hasil perhitungan dijabarkan pada:
Table hasil perhitungan
Kategori
1
|
Kategori
2
|
Kategori
3
|
Kategori
4
|
Total
|
|
Hasil
pendataan
|
1
|
4
|
0,64
|
1,44
|
7,08
|
Nilai
ambang
|
0,864
|
3,456
|
0,338
|
0,864
|
5,522
|
kesimpulan
|
sesuai
|
Sesuai
|
sesuai
|
sesuai
|
sesuai
|
Dari hasil diatas terlihat bahwa lokasi tersebut
sesuai untu pembangunan klinik
Nama :Okto Fajar Wibisono
kelas :3F
NIM :12.1.03.03.0381
